Kembali

Pacu Angka Harapan Hidup Pasien Stroke, RS Panti Waluyo Bekali Kader Posyandu Jurus "Cepat Tanggap Stroke"

ARINDA WEDDINIA, S. PSI. 29 Jul 2026

Stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia, menyumbang 18,5% angka kematian dan 11,2% kecacatan. Masalah utamanya kerap berakar pada satu hal: keterlambatan penanganan. 
Menjawab tantangan tersebut, RS Panti Waluyo Surakarta meluncurkan gerakan edukasi bertajuk “Kader Sigap: Siaga dan Tanggap Mengenali Lebih Dini Gejala Stroke” pada Rabu (22/7). 


Berlokasi di Ruang Tiberias Gedung Graha RS Panti Waluyo, kegiatan edukatif berbentuk talkshow ini diikuti oleh 82 kader Posyandu binaan dari lima kelurahan, yakni Banyuanyar, Karangasem, Penumping, Panularan, dan Bumi.


Hadir sebagai narasumber utama, dokter spesialis saraf dr. Igor Hermando, Sp.N., FMIN., M.Kes., AIFO-K, menekankan krusialnya memanfaatkan Golden Hour—periode emas 4,5 jam pertama sejak timbulnya gejala. Penanganan medis dalam rentang waktu ini sangat vital untuk menyelamatkan sel-sel otak dari kerusakan permanen.

Kader Posyandu adalah garda terdepan di masyarakat. Pembekalan ini bertujuan agar para kader mampu mengenali gejala dini stroke, mengedukasi warga di lingkungan RT/RW, sekaligus meluruskan mitos-mitos penanganan stroke yang keliru.

Selain membekali peserta dengan keterampilan deteksi dini dan langkah darurat penanganan stroke, acara ini juga memperkenal fasilitas penunjang medis komprehensif, seperti Layanan Siaga Stroke dan Poli Saraf RS Panti Waluyo. Melalui kolaborasi ini, RS Panti Waluyo berharap masyarakat dapat merespons gejala stroke dengan lebih cepat dan tepat, sehingga risiko kecacatan maupun kematian akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.