HIPERTENSI VS HIPOTENSI : MANA YANG LEBIH BERBAHAYA?
Selasa, 28 Mei 2024 - 15:10:45 WIB
Ditulis oleh : Arinda
Kategori: - Dibaca: 55 kali

HIPERTENSI VS HIPOTENSI

Mana yang Paling Berbahaya?

Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan hipotensi (tekanan darah rendah) adalah dua kondisi medis yang berkaitan dengan tekanan darah, dan keduanya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing kondisi dan mana yang lebih berbahaya dalam konteks tertentu.

Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah dalam arteri secara konsisten lebih tinggi dari normal. Tekanan darah biasanya diukur dengan dua angka: tekanan sistolik (ketika jantung berdetak) dan tekanan diastolik (ketika jantung beristirahat di antara detak).

Risiko dan Komplikasi pada hipertensi antara lain adalah

  1. Penyakit Jantung: Hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, pembesaran jantung, dan gagal jantung.
  2. Stroke: Hipertensi meningkatkan risiko stroke iskemik (terhalangnya aliran darah ke otak) dan hemoragik (pecahnya pembuluh darah di otak).
  3. Penyakit Ginjal: Hipertensi kronis dapat merusak pembuluh darah di ginjal, menyebabkan penyakit ginjal kronis.
  4. Aneurisma: Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan membentuk aneurisma, yang dapat pecah dan berakibat fatal.
  5. Retinopati Hipertensif: Hipertensi dapat merusak pembuluh darah di mata, mengakibatkan gangguan penglihatan.

Hipotensi

Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih rendah dari normal. Tekanan darah rendah tidak selalu menimbulkan gejala dan sering kali tidak dianggap serius kecuali jika menyebabkan gejala yang mengganggu.

Risiko dan Komplikasi pada hipotensi antara lain :

  1. Pusing dan Pingsan: Hipotensi dapat menyebabkan pusing, pingsan, dan risiko jatuh yang dapat berakibat cedera.
  2. Syok: Hipotensi parah dapat menyebabkan syok, yang merupakan kondisi medis darurat dan memerlukan perawatan segera.
  3. Kekurangan Pasokan Darah: Hipotensi dapat mengakibatkan pasokan darah ke organ vital tidak memadai, seperti otak dan jantung, yang dapat menyebabkan kerusakan organ.

Mana yang Lebih Berbahaya?

  1. Hipertensi:
  • Jangka Panjang: Hipertensi dianggap lebih berbahaya dalam jangka panjang karena kerusakan kronis yang dapat ditimbulkannya pada berbagai organ vital, seperti jantung, otak, ginjal, dan mata.
  • Komplikasi Serius: Komplikasi seperti serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis sangat terkait dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
  1. Hipotensi:
  • Kondisi Akut: Hipotensi bisa sangat berbahaya dalam situasi akut, terutama jika menyebabkan syok atau kehilangan kesadaran yang dapat berakibat cedera serius.
  • Kelainan Fungsi Organ: Hipotensi yang menyebabkan aliran darah tidak cukup ke organ-organ vital juga bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat.

 

Baik hipertensi maupun hipotensi memiliki risiko masing-masing, namun secara umum, hipertensi cenderung lebih berbahaya karena dampaknya yang lebih luas dan kronis pada kesehatan jangka panjang. Hipotensi bisa menjadi sangat berbahaya dalam situasi akut, tetapi biasanya lebih mudah diidentifikasi dan ditangani segera. Kontrol dan manajemen tekanan darah yang baik, termasuk melalui gaya hidup sehat dan, jika diperlukan, pengobatan, sangat penting untuk mengurangi risiko dari kedua kondisi ini.

 

Karena hipertensi cenderung lebih berbahaya dalam jangka panjang, penting bagi kita untuk melakukan *Deteksi Dini Komplikasi Hipertensi*

 

Paket HYPE 1

  1. ECG
  2. USG Abdomen
  3. Lab (Kolesterol Total, GDP, Ureum, Kreatinin, Urine Rutin)

Harga : Rp 939.000

 

Paket HYPE 2

  1. ECG
  2. Lab (Kolesterol Total, GDP, Ureum, Kreatinin, Urine Rutin)

Harga : Rp 373.000

 

Periode promo : 17 Mei - 17 Juni 2024

 

Informasi dan pendaftaran :

Telp : 0271 712077

WA/SMS/Telegram : 08156717076

IG : @rspantiwaluyo_surakarta

Website : www.rspantiwaluyo.com

 

 

 

Berita Terkait
Nama :
Email :
Pesan :