WASPADA PENYAKIT JANTUNG
Rabu, 20 November 2019 - 13:50:10 WIB
Ditulis oleh : Arinda
Kategori: Umum - Dibaca: 151 kali

WASPADA PENYAKIT JANTUNG

 

Pada Hari Selasa (19/11), jagad hiburan tanah air dikejutkan dengan salah satu mantan artis cilik Cecep Reza atau yang dikenal sebagai Bombom meninggal dunia saat tidur dan dikabarkan seminggu sebelumnya baru saja menjalani operasi pemasangan ring jantung. Oleh karena itu banyak pihak mengklaim bahwa penyebab kematian dari Cecep Reza adalah karena adanya serangan jantung.

Sindrom koroner akut atau serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah yang cukup. Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dalam dunia kedokteran, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.

Serangan jantung terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Penyebab utama kondisi ini adalah penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah tersumbatnya pembuluh darah yang memasok darah ke jantung (pembuluh darah koroner), akibat timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah. Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 883.447 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang. (Pusdatin Kemenkes RI, 2014)

Terdapat 2 (dua) macam faktor risiko penyakit jantung yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah riwayat keluarga, umur, jenis kelamin dan obesitas. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain adalah Hipertensi, Diabetes Mellitus, dislipidemia (kondisi dimana kadar lemak dalam darah meningkat), kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat dan stres.

PJK dapat dikenali dengan beberapa gejala awal. Gejala awal yang muncul pada penderita penyakit jantung antara lain adalah :

  1. Jantung berdebar-debar, dada terasa seperti diremas-remas
  2. Rasa mual dan muntah
  3. Sesak napas yang biasanya disertai dengan keringat dingin, rasa lemas, jantung berdebar, bahkan pingsan
  4. Berkeringat dingin dan perasaan mudah lelah
  5. Nyeri dada sebelah kiri, terasa seperti ditimpa beban berat, rasa sakit dan perasaan seperti terjepit atau terbakar di dada. Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, leher terasa tercekik, rahang bawah terasa ngilu terkadang menjalar ke lengan kanan atau kedua lengan
  6. Sakit kepala

Penyakit jantung ini memang dikenal sebagai silent killer, namun kita juga dapat mendeteksi dari awal dengan melakukan skrining jantung antara lain dengan melakukan rekam jantung (elektrokardiografi), treadmill test, dan echocardiografi (USG jantung). Deteksi dini penyakit jantung sangat dianjurkan pada orang-orang usia di atas 40 tahun dan juga kelompok risiko tinggi, misalnya pada mereka yang memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes.

Meskipun angka kematian akibat penyakit jantung tergolong tinggi, melakukan pola hidup sehat dapat dijadikan solusi, antara lain dengan :

  1. Melakukan aktivitas fisik 30 menit/hari
  2. Mengurangi asupan garam
  3. Mengurangi stress
  4. Mempertahankan berat badan ideal
  5. Berhenti merokok
  6. Memeriksakan tekanan darah secara rutin

 

Sumber :

Infografik Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI tahun 2014 “Situasi Kesehatan Jantung”

https://www.alodokter.com/serangan-jantung

www.kemkes.go.id

www.kompas.com

(@arindaweddinia)

Dokter terkait dan jam praktek dapat klik link dibawah ini :

https://www.rspantiwaluyo.com/dokter-Jantung.html

 

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 689560   Hits hari ini : 1087   Total Hits : 2914932   Pengunjung Online : 1   IP Anda : 18.207.254.88