Waspada Demam Berdarah
Jumat, 25 Januari 2019 - 09:47:52 WIB
Ditulis oleh : Arinda
Kategori: - Dibaca: 272 kali

WASPADA DEMAM BERDARAH
oleh : dr. Fila Apriliawati

Pada musim penghujan seperti sekarang ini, sering kita jumpai kasus-kasus demam di lingkungan sekitar kita, bahkan mungkin salah satunya adalah orang terdekat kita sendiri. Tahukah anda bahwa demam yang dialami, bisa saja merupakan salah satu tanda infeksi virus yang menjangkiti tubuh mereka? Satu dari sekian banyak virus yang mungkin bersarang di tubuh mereka adalah virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, yaitu virus dengue.

Meski angka kasus DBD di wilayah Solo menurun, namun daerah Solo Raya terkhusus Mondokan, Sragen masih terjangkit, bahkan per hari Sabtu (19/1/2019) telah mencapai 40 kasus DBD.

Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk ini ternyata dapat menyebabkan seseorang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) / Dengue Hemorrhagik Fever (DHF). DBD/DHF dapat menjangkiti siapa pun baik tua, muda maupun bayi dan anak-anak, walau memang pada kenyataannya anak-anaklah yang paling sering terinfeksi. Menurut data WHO, Asia merupakan daerah endemis DBD no 1 di dunia, terutama di negara-negara iklim tropis, seperti Indonesia.
Lalu, apa saja tanda dari DBD atau DHF yang perlu kita ketahui?

Yang pasti Anda akan temui adalah demam. Demam yang biasa muncul adalah demam tinggi mendadak 2-7 hari biasa terukur sangat tinggi, kemudian akan diikuti tanda-tanda perdarahan. Tanda perdarahan bisa dari yang ringan hingga esktrim yaitu: bintik-bintik merah di tangan bisa banyak atau sedikit, mimisan, gusi berdarah dan muncul perdarahan dari lubang-lubang tubuh seseorang, dan bisa juga ditemui berak dan kencing bercampur darah.

Gejala lain yang biasa menyertai adalah munculnya tanda kebocoran dari cairan plasma tubuh yaitu ditandai dengan kelopak mata tampak lebih bengkak dari biasanya, tangan dan kaki bengkak, perut membesar Karena adanya cairan yang menumpuk di rongga perut dan pembesaran organ liver. Selain itu dapat pula ditemukan kondisi kesulitan bernapas karena penumpukan cairan di rongga paru-paru.

Jika sudah jatuh ke tahap yang berat, maka seseorang akan cenderung mengalami penurunan kesadaran. Hal ini ditandai dengan kondisi seseorang yang mungkin cenderung tidur atau gelisah atau tidak dapat ber-respon apa pun dengan rangsangan yang kita berikan dari luar. Pada kasus anak, anak akan tampak layu, pucat, gerak tidak aktif dan tidak menangis. Setelah itu tensi akan tidak terukur, kaki dan tangan akan terasa dingin. Dalam hal ini, seseorang sudah dikatakan jatuh dalam kondisi syok (biasa dikenal dengan Dengue Syok Syndrome) dan harus segera dibawa ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.
Pada pasien dengan DBD/DHF hasil laboratorium yang biasa kita temui adalah angka trombosit yang turun jauh di bawah normal dan disertai dengan hematokrit yang meningkat. Pada hari ke 4 atau ke 5 biasa akan ditemui nilai Ig M dengan hasil positif.

Lalu apa yang dapat kita lakukan sebagai upaya tata laksana awal dan pencegahan ?
• Berikan obat penurun panas, dan pantau terus suhu, jika dalam 3 hari tidak ada perbaikan segeralah periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pengecekan laboratorium
• Berikan asupan cairan yang adekuat untuk menggantikan kebutuhan cairan mereka
• Awasi tanda-tanda perdarahan yang muncul, jika ada  SEGERA periksakanlah ke dokter/RS terdekat, jangan MENUNDA hingga jatuh ke Dengue Syok Syndrome.
• Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang terdiri dari : menguras, menutup, dan mengubur.
• Kegiatan lain yang dapat mendukung upaya pencegahan adalah dengan: menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, memasang kelambu saat tidur, memakai obat nyamuk, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, dan melakukan fogging berkala.

Berita Terkait
Nama :
Email :
Pesan :