Hipertensi
Rabu, 28 Februari 2018 - 13:45:22 WIB
Ditulis oleh : Januar Aria
Kategori: Umum - Dibaca: 219 kali

STOP HIPERTENSI….!!!

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskuler yang banyak dijumpai di masyarakat. Hipertensi bukanlah penyakit menular, namun harus senantiasa diwaspadai. Hipertensi dan arteriosclerosis (pengerasan arteri) adalah dua kondisi pokok yang mendasari banyak bentuk penyakit kardiovaskuler. Tidak jarang tekanan darah tinggi juga menyebabkan gangguan ginjal. Menurut WHO, penyakit Hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg. Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg. Hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 – 114 mmHg. Hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik.

 

PENYEBAB  :

  1.    Hipertensi primer (hipertensi esensial)

Penyebabnya tidak diketahui

  1.    Hipertensi sekunder

Penyebabnya penyakit lain seperti penyakit ginjal, penyakit hormon, penyakit jantung, gangguan kelenjar anak ginjal, dsb.

Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti genetik, obesitas, stress lingkungan, hilangnya elastisitas jaringan dan arterisklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah. Tanda dan gejala tidak ada yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, namun yang lazim seperti sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epistaxis (perdarahan hidung), tengkuk terasa pegal/berat, telinga berdengung, mata berkunang-kunang, kesadaran menurun.

 

PENCEGAHAN :

  • Mengurangi konsumsi garam dalam diet sehari-hari, maksimal 2 gram garam dapur. Batasi pula makanan yang mengandung garam natrium seperti corned beef, ikan kalengan, lauk atau sayuran instan, saus botolan, mie instan, dan kue kering.
  • Menghindari kegemukan (obesitas). Batasan kegemukan adalah jika berat badan lebih 10% dari berat badan normal.
  • Membatasi konsumsi lemak agar kadar kolesterol darah tidak terlalu tinggi karena dapat menyebabkan endapan kolesterol dan menyumbat pembuluh darah serta mengganggu peredaran darah sehingga memperberat kerja jantung dan memperparah hipertensi.
  • Berolahraga teratur dapat menyerap dan menghilangkan endapan kolesterol pada pembuluh nadi.
  • Makan buah-buahan dan sayuran segar amat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin dan mineral kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  • Tidak merokok dan tidak minum alkohol karena diketahui rokok dan alkohol dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Latihan relaksasi atau meditasi berguna untuk mengurangi stres atau ketegangan jiwa.
  • Merangkai hidup yang positif.
  • Memberi kesempatan tubuh untuk istirahat dan bersantai dari pekerjaan sehari-hari yang menjadi beban jika tidak terselesaikan.
  • Membagi tugas yang kita tidak bisa selesaikan dengan sendiri dapat mengurangi beban kita.
  • Menghilangkan perasaan iri atau dengki juga mengurangi ketegangan jiwa sehingga hati kita menjadi tentram.

 

@januararia022018

 

JADWAL KLINIK PENYAKIT DALAM

 

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 470549   Hits hari ini : 295   Total Hits : 2141398   Pengunjung Online : 5   IP Anda : 54.221.9.6