Radang Usus Buntu (Appedicitis)
Kamis, 05 Januari 2017 - 09:12:27 WIB
Ditulis oleh : arsanto
Kategori: Umum - Dibaca: 1060 kali

Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Sepertinya sakit radang usus buntu sudah tak asing lagi dan sering didengar oleh banyak orang-orang termasuk di negara kita. Penyakit ini merupakan penyakit yang bisa diderita oleh siapa saja termasuk diantaranya anak-anak, remaja hingga dewasa. Usus buntu perlu diwaspadai segera jika menunjukan gejala-gejala tertentu, selain karena bila dibiarkan berbahaya, penderita penyakit usus buntu ini akan merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut tertentu. Lalu apakah penyakit usus buntu itu? Bagaimana ciri-ciri yang timbul apabila seseorang terkena penyakit ini?

Apakah Radang Usus Buntu itu?

Usus buntu sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benar-benar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah anda. Pada saat keadaan normal sistem pencernaan pada manusia memiliki jumlah bakteri baik yang memiliki fungsi sebagai pengurai makanan, dikarenakan ada serangan penyakit pencernaan seperti kolera ataupun disentri menyerang sejumlah bakteri tersebut mati. Menurut penelitian ini menyebutkan bahwa usus buntu berperan sebagai tempat bersembunyinya bakteri-bakteri baik dan juga sebagai tempat untuk berkembang biak. Namun sampai saat ini penelitian tentang organ usus buntu masih terus dilakukan ini dikarenakan jika usus buntu memiliki peran lain pada tubuh maka operasi pengangkatan harus dihindari dengan cara melakukan pencegahan dini sebelum radang usus buntu menyerang.

Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun gangguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis). Appendicitis menyebabkan nyeri yang dimulai dari sekitar pusar dan kemudian menjalar ke bawah perut bagian kanan. Appendicitis biasanya meningkat pada 12 sampai 18 jam dan dengan cepat menjadi sangat parah. Appendicitis dapat berefek pada siapapun, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia 10 sampai 30 tahun. Pengobatan appendicitis standar adalah operasi untuk mengeluarkan appendix. Apa sajakah Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis) ?

Penyebab appendicitis dapat terjadi karena:

  1. Penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang mengeras dapat terjebak di dalam lubang pada rongga perut yang mengisi appendiks anda.
  2. Infeksi. Appendicitis dapat juga dikarenakan infeksi, seperti infeksi di pencernaan atau mungkin karena jenis pembengkakan lainnya.

Pada kedua kasus, bakteri dapat menyerang dengan cepat, menyebabkan appendix meradang dan terisi oleh nanah. Jika tidak diobati secara benar, appendix dapat pecah. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

Lalu apakah Tanda dan Gejala Apabila saya terkena Radang Usus Buntu?

Tanda dan gejala radang usus buntu tergantung stadiumnya : 1.

  1. Radang Usus Buntu akut (mendadak)

Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja. 2.

   2. Radang Usus Buntu kronik

Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar. Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

Apakah yang harus saya lakukan jika saya mempunyai keluhan seperti di atas?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila anda atau keluarga anda memiliki keluhan seperti di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang sesuai untuk penegakan diagnosis appendicitis. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan USG. Penanganan radang usus buntu dapat dilakukan dengan pembedahan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi. (dr Esti)

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 332821   Hits hari ini : 312   Total Hits : 1523267   Pengunjung Online : 5   IP Anda : 54.80.146.251