Gigi Goyah Haruskah di Cabut ??
Rabu, 15 Oktober 2014 - 10:00:17 WIB
Ditulis oleh : arsanto
Kategori: Penyuluhan - Dibaca: 5327 kali

Gigi Goyah Haruskah di Cabut ??

 

"Gigi saya goyah Dok. Apakah harus dicabut ? .Keluhan ini sering dijumpai di masyarakat kita. Tidak ada lubang pada gigi, tapi kondisi gigi goyah dan terasa sakit. Gigi goyah dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu :

1. Alami

Gigi goyah secara alami biasanya terjadi pada anak-anak. Gigi permanen yang tumbuh menggantikan gigi susu akan mendorong gigi susu, sehingga gigi susu menjadi goyah. Gigi susu yang goyah tersebut harus dicabut untuk memberi jalan dan ruang bagi gigi permanen penggantinya untuk tumbuh. Gigi goyah secara alami juga bisa terjadi pada orang lanjut usia. Biasanya terjadi karena gigi antagonisnya dicabut dan tidak diganti dengan protesa (gigi palsu). Akibatnya, gigi lawannya akan modot dan lama kelamaan akan goyah dan lepas.

2. Trauma

Pada kasus ini, gigi goyah karena adanya benturan yang keras. Biasanya terjadi pada pasien yang mengalami kecelakaan. Untuk menetapkan perawatan yang harus dilakukan, dokter gigi memerlukan rontgen panoramic (foto gigi). Apabila hasil rontgen menunjukkan penyebab kegoyahan gigi adalah karena patahnya akar gigi, maka gigi tersebut harus dicabut dan diganti dengan protesa (gigi palsu). Tapi bila tidak ada kerusakan pada akar gigi, maka gigi tersebut dapat dipertahankan.

3. Karang gigi

Karang gigi dalam istilah kedokteran gigi dikenal dengan nama KALKULUS. Kalkulus ini merupakan timbunan plak yang mengeras karena adanya kandungan mineral pada air ludah (saliva). Kalkulus biasanya mulai terbentuk pada leher gigi (perbatasan antara gigi dan gusi). Jika dibiarkan saja dan ketebalannya bertambah, maka perlekatan gigi ke gusi akan berkurang dan gigi menjadi goyah. Perawatan unutk kasus ini adalah dengan membersihkan karang (scaling). Dokter gigi akan menggunakan alat yang dinamakan scaler untuk melepaskan karang dari gigi. Jika derajat kegoyahan gigi tidak terlalu parah ( < 1 mm), cukup dengan scaling saja. Akan tetapi jika derajat kegoyahannya lebih besar, maka dilanjutkan dengan perawatan splinting.

4. Penyakit sistemik

Biasanya kasus ini terjadi pada penderita DM (Diabetes mellitus). Hal ini biasanya dialami oleh penderita DM yang tidak terkontrol. Dengan menjaga kadar gula darah stabil, maka kegoyahan gigi dapat dicegah.

5. Infeksi

Gigi goyah pada kasus ini karena terjadinya infeksi yang sudah melibatkan akar gigi. Ditandai dengan terbentuknya abses pada akar gigi. Perawatan gigi ini tergantung tingkat keparahan abses yang terbentuk. Untuk mempertahankan gigi supaya tidak dicabut, dapat dilakukan perawatan saluran akar (PSA). (titis)

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 627123   Hits hari ini : 1025   Total Hits : 2706262   Pengunjung Online : 5   IP Anda : 3.93.74.227