SOSIALISASI NAT DAN APHERESIS UDD PMI SOLO
Sabtu, 04 Oktober 2014 - 09:49:11 WIB
Ditulis oleh : arsanto
Kategori: Umum - Dibaca: 1672 kali

SOSIALISASI NAT DAN APHERESIS UDD PMI SOLO

Sabtu,27 September 2014 jam 10.00 WIB, ada suasana lain yang terjadi di Aula lantai 5 RS Panti Waluyo Surakarta (RSPW). Banyak petugas laboratorium dan perawat yang berkumpul. Mereka datang denga penuh semangat untuk mengikuti Sosialisasi NAT dan Apheresis UDD yang merupakan kerja sama antara RSPW dengan PMI Solo. Sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 40 orang peserta yang terdiri dari petugas laboratorium dan tenaga medis perawat.

Materi sosialisasi disampaikan oleh dr. Tonang Dwi Ardyanto, yang merupakan Wakil Direktur UDD PMI Solo dan juga di bagian laborat patologi klinik FK.UNS dan RS dr.Moewardi.

Apakah yang dimaksud dengan NAT ??? NAT adalah teknologi uji saring yang lebih sensitif karena mampu mendeteksi keberadaan DNA/RNA virus sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan darah secara signifikan. Uji Saring NAT mampu mendeteksi virus lebih dini meskipun kadar virus di dalam darah sangat rendah. Dengan adanya penerapan Uji Saring NAT, rumah sakit tidak perlu melakukan uji serologi ulang terhadap darah yang diterima dari UTD PMI. Pasien juga mendapatkan keuntungan ganda karena mendapat darah yang lebih aman tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk uji serologi ulang.

Kemudian, apa yang disebut dengan platelet ??? Platelet merupakan komponen dalam darah yang berperan penting untuk pembekuan darah (sering disebut dengan thrombocyte). Keuntungan bagi pasien yang mendapat darah platelet pheresis adalah secara kualitas dapat mengurangi reaksi HLA dan mengurangi rasa panas akibat proses transfusi darah. Kalau secara kuantitas satu orang pendonor dapat menghasilkan platelet 1-2 dosis (1 dosis setara dengan 10 kantong platelet manual), jumlah trombosit akan pulih kembali 100% dalam waktu 2X24 jam. Untuk biaya, dengan menggunakan platelet pheresis sebesar Rp.3.500.000,- memang cukup mahal tapi dengan pheresis darah akan diambil sesuai yang diperlukan dan akan dikembalikan sesuai dengan kebutuhan.

Melalui sosialisasi ini kita bisa mengetahui, semakin jelas dan bagi pasien akan merasa aman apabila harus transfusi dan mendapatkan darah dari UTD PMI karena darah yang masuk ke tubuh sudah aman terhindar dari virus yang mungkin bisa masuk ke dalam tubuh kita.

Marilah kita menjadi pelopor keselamatan di Rumah Sakit dan kita budayakan keselamatan sebagai suatu kebutuhan baik untuk kita sebagai tenaga medis maupun untuk pasien yang mempercayakan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit kita. Tuhan Memberkati (ephi)

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 576621   Hits hari ini : 195   Total Hits : 2548522   Pengunjung Online : 3   IP Anda : 34.229.24.100