SHORT WAVE DIATHERMY
Jumat, 14 September 2012 - 13:43:36 WIB
Ditulis oleh : arsanto
Kategori: Umum - Dibaca: 18769 kali

Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Waluyo Surakarta saat ini memiliki alat fisioterapi baru berupa Short Wave Diathermy (SWD)  Curapuls 970 – Enraf Nonius. Alat berasal dari negeri Belanda ini sering digunakan di Rumah Sakit besar lainnya, karena sudah teruji kehandalan dan  keefektifannya.

Short Wave Diathermy atau Diatermi Gelombang Pendek adalah salah satu modalitas pemanasan dalam (deep heating) karena mampu menembus jaringan dengan kedalaman sampai 4 – 5 cm, dimana  keadaan ini tidak dapat dicapai oleh alat pemanasan lainnya seperti : Micro Wave Diathermy (MWD) maupun infrared. SWD cukup efektif untuk terapi jaringan yang terletak lebih dalam / sulit dijangkau oleh MWD maupun infrared. Transfer energi SWD melalui mekanisme konversi, yaitu dari energi elektromagnetik menjadi energi termal.

Prinsip fisis SWD

                Pola  pemanasan yang dihasilkan tergantung pada tipe SWD serta kandungan air dan elektrolit dalam jaringan (jaringan berkadar air tinggi misalnya : otot, kulit, darah, sedangkan jaringan berkadar air rendah misalnya : tulang dan lemak)

                Unit SWD dapat bersifat induktif dan kapasitif. Aplikator induktif memakai kumparan induksi yang memberikan medan magnet untuk menginduksi medan listrik yang sirkuler dalam jaringan. Dalam keadaan ini akan tercapai temperatur yang lebih tinggi pada jaringan yang kaya air dengan konduktivitas yang lebih tinggi. Aplikator bisa berupa kabel atau drum.

                Jika memakai aplikator kapasitif, pasien ditempatkan di antara 2 lempeng kondensor logam. Kedua lempeng dan bagian tubuh pasien bertindak sebagai kapasitor (sebuah obyek yang menyimpan kandungan listrik), dan panas dihasilkan melalui osilasi cepat dalam medan listrik dari lempeng yang satu ke lempeng yang lain. Aplikator kapasitif akan menghasilkan temperatur yang lebih tinggi pada jaringan yang miskin air.

 

Efek fisiologik pemanasan

                Secara umum, efek fisiologik pemanasan meliputi :

·         Hemodinamik

·         Meningkatkan aliran darah

·         Mengurangi inflamasi kronik

·         Meningkatkan inflamasi akut

·         Neuromuskuler

·         Meningkatkan firing rate serat Ia (muscle spindle)

·         Menurunkan firing rate serat II (muscle spindle)

·         Meningkatkan firing rate serat Ib (organ tendon golgi)

·         Meningkatkan kecepatan hantaran saraf

·         Sendi dan jaringan ikat

·         Meningkatkan ekstensibilitas tendon

·         Meningkatkan aktivitas kolagenase

·         Mengurangi kekakuan sendi

·         Lain-lain

·         Mengurangi nyeri

·         Relaksasi umum

 

Indikasi dan aplikasi klinik SWD

                SWD sering digunakan untuk kasus-kasus muskuloskeletal (tendinitis, tenosinovitis, bursitis, kapsulitis, dll), nyeri (tengkuk, punggung bawah, miofascial, neuralgia post herpetik, dll) arthritis, kekakuan sendi, relaksasi otot dan inflamasi kronik. Dalam hal ini, pemakaian modalitas pemanasan dalam dimaksudkan untuk meminimalkan pemanasan di jaringan permukaan / superfisial (kutis dan subkutis) serta memaksimalkan pemanasan pada jaringan yang lebih dalam sehingga dapat tercapai pemulihan yang lebih cepat. Untuk terapi, target temperatur biasanya 40-45 °C. Karena ambang nyeri termal kira-kira 45 °C, persepsinya dapat dipakai untuk memonitor intensitas pemanasan.

 

 

 

Dosis

                Intensitas SWD sesuai dengan persepsi nyeri pasien. Sebuah kain handuk digunakan sebagai antara dan untuk menyerap keringat yang sangat konduktif dan bisa menimbulkan pemanasan fokal yang berbahaya. Waktu pengobatan adalah 15-30 menit.

 

Kontraindikasi

                Perlu diperhatikan kontraindikasi pemakaian SWD, yaitu :

·         Kontraindikasi pemanasan secara umum :

·         Trauma akut, inflamasi

·         Gangguan sirkulasi

·         Edema

·         Scar yang besar

·         Gangguan sensibilitas

·         Keganasan

·         Gangguan kognitif dan komunikasi sehingga sulit melaporkan nyeri

·         Kontraindikasi SWD secara khusus :

·         Adanya logam (perhiasan, pacemaker, IUD, implant, dll)

·         Lensa kontak

·         Kehamilan dan menstruasi

·         Imaturitas tulang

Nama :
Email :
Pesan :

Total Pengunjung : 550820   Hits hari ini : 378   Total Hits : 2455343   Pengunjung Online : 3   IP Anda : 34.229.76.193